| 30 September 2026

Investasi Properti Tetap Menjadi Favorit Investasi bagi Gen Z?

Investasi Properti Tetap Menjadi Favorit Investasi bagi Gen Z?

Gen Z semakin aktif memikirkan masa depan finansial. Pilihan investasinya pun semakin beragam, mulai dari saham, emas, reksa dana, aset kripto hingga bisnis digital.

Namun, di tengah banyaknya instrumen investasi tersebut, properti masih memiliki daya tarik tersendiri. Rumah, tanah, apartemen, ruko hingga lahan produktif merupakan aset nyata yang dapat digunakan sekaligus berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.

Lalu, mengapa properti menarik bagi generasi muda?

1. Properti Merupakan Aset Nyata
Salah satu karakteristik utama investasi properti adalah bentuknya yang berwujud.

Ketika membeli tanah atau rumah, investor memiliki aset yang secara fisik dapat dilihat, digunakan, disewakan, direnovasi atau dikembangkan.

Bagi sebagian investor muda, karakteristik ini memberikan daya tarik tersendiri dibandingkan instrumen investasi yang sepenuhnya berbentuk digital.

Namun, aset nyata bukan berarti tanpa risiko. Nilai properti tetap dapat stagnan atau turun tergantung lokasi, kondisi pasar, legalitas dan karakteristik properti.

2. Berpotensi Mengalami Kenaikan Nilai
Salah satu tujuan investasi properti adalah memperoleh capital gain, yaitu keuntungan dari kenaikan nilai aset.

Misalnya:

Tanah dibeli seharga Rp300 juta dan beberapa tahun kemudian dapat dijual seharga Rp400 juta.

Selisih tersebut merupakan kenaikan nilai secara nominal sebelum memperhitungkan pajak, biaya transaksi, inflasi, dan biaya lainnya.

Kenaikan harga properti biasanya dipengaruhi berbagai faktor seperti:

perkembangan infrastruktur,

pertumbuhan kawasan,

akses jalan,

fasilitas umum,

aktivitas ekonomi,

perubahan permintaan dan penawaran,

serta peruntukan atau zonasi lahan.


Karena itu, anggapan bahwa “harga properti pasti naik” tidak selalu benar.

3. Bisa Menghasilkan Pendapatan Sewa
Properti tidak harus menunggu dijual untuk menghasilkan pendapatan.

Rumah dapat disewakan, begitu juga dengan apartemen, villa, ruko, kos, gudang maupun jenis properti lainnya.

Inilah yang dikenal sebagai rental income.

Contohnya, sebuah rumah senilai Rp600 juta disewakan Rp30 juta per tahun.

Pendapatan sewa kotornya setara sekitar:

Rp30 juta ÷ Rp600 juta × 100% = 5% per tahun

Tetapi angka tersebut belum memperhitungkan biaya perawatan, pajak, kekosongan penyewa, renovasi, pengelolaan dan biaya lainnya.

Karena itu, Gen Z yang ingin membeli properti investasi sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Apakah harganya akan naik?”

Tetapi juga:

“Berapa potensi pendapatan bersih yang bisa dihasilkan properti ini?”

4. Tanah Memiliki Persediaan yang Terbatas
Jumlah tanah tidak bertambah, sementara kebutuhan terhadap lahan dapat meningkat seiring perkembangan penduduk, ekonomi dan pembangunan suatu wilayah.

Namun, bukan berarti semua tanah otomatis menjadi investasi yang bagus.

Tanah yang berada di lokasi strategis dengan akses, legalitas dan peruntukan yang jelas biasanya memiliki karakteristik berbeda dibandingkan tanah yang sulit diakses atau memiliki keterbatasan pemanfaatan.

Karena itu, prinsip lokasi tetap sangat penting.

5. Properti Bisa Digunakan Sekaligus Menjadi Aset
Properti memiliki keunikan karena dapat memberikan manfaat penggunaan sekaligus nilai ekonomi.

Rumah misalnya dapat:

Ditempati → disewakan → dijadikan tempat usaha → kemudian dijual kembali.

Tanah juga dapat dikembangkan sesuai peruntukan dan peraturan yang berlaku.

Artinya, investor tidak hanya berharap pada perubahan harga aset.

6. Gen Z Semakin Mudah Melakukan Riset Properti
Dulu, mencari properti sering bergantung pada agen, papan iklan atau informasi dari lingkungan sekitar.

Sekarang proses pencarian jauh lebih digital.

Calon pembeli dapat mencari listing, membandingkan harga, melihat lokasi melalui peta, mempelajari lingkungan sekitar hingga mencari informasi zonasi sebelum melakukan survei langsung.

Digitalisasi tersebut membuat proses riset properti semakin mudah dilakukan oleh generasi yang terbiasa menggunakan teknologi.

Tetapi informasi online tetap harus diverifikasi sebelum transaksi.

7. Tidak Harus Menunggu Menjadi Kaya untuk Mulai Belajar
Investasi properti memang membutuhkan modal relatif besar, tetapi belajar tentang properti tidak harus menunggu memiliki modal besar.

Gen Z dapat mulai dengan memahami:

harga tanah per wilayah → legalitas → SHM/SHGB → zonasi → biaya transaksi → BPHTB → PPh → potensi sewa → prospek kawasan.

Ketika kemampuan finansial sudah memungkinkan, keputusan pembelian dapat dilakukan berdasarkan analisis yang lebih matang.

8. Properti Bisa Menjadi Bagian dari Strategi Jangka Panjang
Bagi sebagian orang, properti digunakan sebagai bagian dari rencana jangka panjang, misalnya untuk:

tempat tinggal, sumber pendapatan sewa, aset usaha, diversifikasi investasi, atau aset keluarga.

Tetapi properti juga mempunyai kelemahan.

Properti relatif tidak likuid. Menjual rumah atau tanah biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan menjual sejumlah instrumen keuangan.

Selain itu, terdapat pajak, biaya transaksi, biaya pemeliharaan dan risiko hukum yang harus diperhitungkan.


---

Sebelum Gen Z Membeli Properti, Periksa 5 Hal Ini
Jangan membeli properti hanya karena melihat harga murah atau mendengar bahwa suatu kawasan akan berkembang.

Periksa setidaknya:

1. Legalitas
Pastikan sertipikat dan kepemilikan dapat diverifikasi.

2. Lokasi dan akses
Perhatikan jalan, fasilitas, lingkungan dan perkembangan kawasan.

3. Zonasi dan peruntukan
Harga murah belum tentu menarik apabila pemanfaatan tanah sangat terbatas.

4. Harga pasar
Bandingkan beberapa properti serupa di kawasan yang sama.

5. Potensi hasil investasi
Hitung potensi kenaikan nilai dan/atau pendapatan sewa dibandingkan seluruh biaya yang harus dikeluarkan.

Jangan FOMO Membeli Properti

Properti dapat menjadi investasi jangka panjang, tetapi keputusan membeli tetap harus berdasarkan kemampuan finansial dan analisis, bukan sekadar tren.

Jangan sampai membeli properti membuat cicilan terlalu membebani keuangan atau menghabiskan seluruh dana darurat.

Properti yang tepat bagi satu orang belum tentu tepat bagi orang lain.

KESIMPULAN
Properti tetap menarik bagi Gen Z karena menawarkan kombinasi:

🏠 Aset nyata
📈 Potensi kenaikan nilai
💰 Potensi pendapatan sewa
🌏 Persediaan tanah yang terbatas
📱 Riset yang semakin mudah melalui teknologi
🔑 Bisa digunakan sekaligus menjadi aset jangka panjang

Kuncinya bukan sekadar membeli properti, melainkan membeli properti yang tepat, dengan harga yang masuk akal, legalitas yang jelas, dan tujuan investasi yang terukur.


---

Mulai Cari Peluang Properti
Cari rumah, tanah, villa, ruko, maupun properti investasi sesuai kebutuhan Anda di:

🌐 https://www.propertikami.com

PropertiKami.com
Platform Properti untuk Membangun Peluang

Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi investasi. Potensi keuntungan dan risiko setiap properti berbeda tergantung harga pembelian, lokasi, kondisi pasar, legalitas, biaya, dan faktor lainnya.